HURUF MA’ANI DAN MASALAH DALALAH (Penelitian Pendidikan tentang Kalimah sifat Ketuhanan Pembuktian dengan Pancaindra)
DOI:
https://doi.org/10.70143/integratif.v4i2.282Kata Kunci:
Ijtihad, Dalalah, teks ArabAbstrak
Jika sebuah huruf menunjukkan makna pada kalimah lainnya maka huruf tersebut dinamakan huruf maani, dan kaidah ini adalah apa yang telah dirumuskan oleh ahli nahwu. Kajian huruf mimiliki hubungan yang kuat dalam pemahaman makna dan landasan dasar hukum dari nas Alquran dengan jalan ijtihad atau ta’wil. Karena banyak dalil hukum dan permasalahan fiqih yang menggantungkan maskudnya melalui wasilah dalalah (simantik) yang ditentukan oleh huruf pada nas-nas tersebut.. Tidak hanya sebatas kajian tafsir dan lughoh, huruf-huruf ma’ani yang memiliki dalalah beragam juga memberikan kontribusi yang sangat berarti bagi perkembangan ilmu-ilmu lainnya seperti Ushul fiqh, aqidah, fiqh, dan ilmu syariah atau hukum islam secara umum. Sehingga menimbulkan perdebatan yang tidak berujung antara madazhab-madzhab fiqih dan aqidah. Mereka menggunakan perspektif kaidah istidlal menurut teori dan standarnya masing-masing.Melihat pentingnya kajian ini, urgensi mengkaji ilmu dalalah dan semua yang berkaitan dengan lughoh adalah sebuaah kelaziman. Untuk memahami maksud dan tujuan hukum syariah dari teks Arab baik Alquran, Sunnah maupun ijtihad-ijtihad para ulama terdahulu.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Dedi Ratno

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
