SOSIALISASI DAMPAK DAN BAHAYA MEDIA SOSIAL BAGI REMAJA MUSLIM DI MTS RIJALUL HIKAM KECAMATAN JATINAGARA KABUPATEN CIAMIS
Kata Kunci:
literasi digital islami, remaja muslim, media sosial, etika digital, pendidikan karakterAbstrak
Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk seminar digital islami di MTs Rijalul Hikam, Kecamatan Jatinagara, Kabupaten Ciamis dengan tema besar “Memahami Dampak dan Bahaya Media Sosial Bagi Remaja Muslim”. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan literasi digital yang beretika serta membangun kontrol diri berbasis iman pada remaja muslim. Seminar dibagi ke dalam tiga materi inti: (1) Menjelajahi Dunia Digital dengan Kendali Iman” yang menekankan prinsip tauhid, amanah, dan iffah dalam bermedia; (2) “Remaja Muslim dan Media Sosial: Peluang dan Tantangan” yang mengulas prospek dakwah, literasi, jejaring belajar, serta risiko disinformasi, perundungan siber, dan kecanduan; dan (3) “Remaja Muslim dan Jerat Media Sosial” yang menguraikan mekanisme algoritma, ekonomi perhatian, serta strategi kuratif-preventif. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, studi kasus, simulasi penyaring konten (content filtering), dan refleksi nilai keislaman (tadabbur ayat dan hadits), disertai pre–post test untuk mengukur perubahan pengetahuan dan sikap. Peserta berjumlah 120 siswa kelas VII–IX. Hasil menunjukkan peningkatan rerata skor pengetahuan dari 58/100 menjadi 81/100, peningkatan sikap etis-digital (niat menggunakan gawai secara terukur, menyaring informasi, dan menjaga adab daring), serta tingginya partisipasi diskusi (86% mengajukan pertanyaan atau berbagi pengalaman). Diskusi menegaskanurgensi pendekatan integratif yang memadukan dalil syar’i, teori literasi digital, dan konteks psikologi remaja. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa penguatan iman, pengetahuan, dan keterampilan digital ditopang kolaborasi sekolah–orang tua– masyarakat—mampu menumbuhkan ketahanan remaja muslim terhadap dampak negatif media sosial tanpa menutup peluang kebaikan. Rekomendasi mencakup program tindak lanjut berupa klub literasi digital islami, bimbingan orang tua, dan penguatan kebijakan sekolah terkait etika bermedia .