Pernikahan dini masih menjadi salah satu persoalan serius di kalangan remaja, khususnya di pedesaan. Minimnya pemahaman tentang kesehatan reproduksi, pengaruh budaya, serta tekanan sosial ekonomi menjadi faktor pendorong utama. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Sodonghilir, mahasiswa melaksanakan seminar di SMK setempat dengan tema “Pernikahan Dini dan Kesehatan Reproduksi”. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan seminar serta hasil yang dicapai. Metode kegiatan dilakukan melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, dan sesi tanya jawab. Hasil menunjukkan bahwa seminar meningkatkan pengetahuan siswa terkait dampak pernikahan dini serta pentingnya menjaga kesehatan reproduksi. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi, ditandai dengan banyaknya pertanyaan dan diskusi yang berkembang. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran remaja akan pentingnya menunda pernikahan hingga mencapai kesiapan fisik, mental, dan sosial