PELESTARIAN TRADISI SUNDA MELALUI PEMBERDAYAAN UMKM DI DESA PAKALONGAN

Penulis

  • Astri Nur Islamy Institut Agama Islam Tasikmalaya
  • Juanda Saputra Institut Agama Islam Tasikmalaya
  • Mimi Jamilah Institut Agama Islam Tasikmalaya
  • Idan Abdul Basith Institut Agama Islam Tasikmalaya
  • Linda Maulida Institut Agama Islam Tasikmalaya
  • Yulfah Mutilah Institut Agama Islam Tasikmalaya
  • Fitri Sulis Institut Agama Islam Tasikmalaya

Abstrak

Tradisi merupakan warisan budaya yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat, menjadi identitas yang tidak hanya diwariskan dari generasi ke generasi, tetapi juga terus membentuk cara hidup suatu komunitas. Di tengah derasnya arus modernisasi dan globalisasi, tradisi Sunda di berbagai daerah, termasuk di Desa Pakalongan, mengalami tantangan serius dalam hal pelestarian dan regenerasi. Artikel ini mengangkat sebuah inisiatif inspiratif yang dilakukan dalam rangka Kuliah Kerja Nyata (KKN), yaitu pelaksanaan Seminar UMKM bertajuk “Lokal Go Nasional”, yang tidak hanya berorientasi pada penguatan ekonomi warga, tetapi juga menjadi strategi efektif dalam menghidupkan kembali nilai-nilai kearifan lokal budaya Sunda. Melalui pendekatan  deskriptif-kualitatif, artikel ini mendokumentasikan proses pelaksanaan seminar, interaksi antar pelaku UMKM, masyarakat, dan tokoh adat, serta bagaimana budaya Sunda dipresentasikan secara kontekstual dalam kegiatan tersebut. Seminar ini menampilkan berbagai produk khas daerah, seperti kuliner tradisional, kerajinan tangan berbasis motif dan filosofi Sunda, serta pertunjukan seni tradisi lokal. Namun yang paling penting, kegiatan ini menyadarkan masyarakat bahwa budaya tidak cukup hanya dilestarikan dalam bentuk simbolik, tetapi perlu diintegrasikan ke dalam ruang-ruang ekonomi, sosial, dan edukasi. Temuan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa ketika budaya lokal diberi panggung untuk tampil dalam forum ekonomi seperti seminar UMKM, maka terjadi proses dialektika yang positif: budaya mendapat relevansinya kembali di tengah masyarakat modern, sementara pelaku UMKM mendapatkan nilai tambah dari sisi narasi dan identitas produk. Desa Pakalongan pun menjadi contoh nyata bagaimana pelestarian tradisi Sunda dapat dilakukan dengan pendekatan yang inovatif dan inklusif.

Unduhan

Diterbitkan

2025-11-25

Terbitan

Bagian

Artikel